Kamis, 10 April 2014

Cerpen Forbidden Love

                        
Pernah nggak kamu ngerasain cintamu terlarang?
Pernah? Ini nih ada kisah dari Mischa yang cintanya pada Fiandra bener-bener terlarang :(
Pengen tahu kisahnya?
Yapppp!! 
Simak ceritanya....






            Jalanan pagi Los Angeles menyulitkan ospek hari terakhirnya yang kebetulan adalah hari ulang tahunnya. Adalah Mischa, gadis blasteran Jepang-Indonesia yang kuliah di Universitas Arftrold di Los Angeles.
“Sorry sir!! I’m hurry up…”Kata Mischa meminta maaf atas kecerobohannya menabrak seseorang.
      Sesampainya di kampus, masih terlihat sepi. Mischa tampak lega. Namun, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang,
“Are you late, rookie??”Kata seorang senior.
“Me?? I’m sorry.”Jawab Mischa takut.
“Follow me!!”
      Mischa pun mengikuti seniornya dan dia berhasil diberdirikan di depan teman-temannya bersama seorang laki-laki yang berpakaian kaos oblong berwarna merah, jeans, dan sepatu kets sederhana.
“Stay here!! Both of you are Indonesian!! Are you not shy??”Bentak salah seorang senior.
      Mischa dan laki-laki itu hanya menunduk malu. Dan setelah ospek dilaksanakan, laki-laki itu menyapa Mischa,
“Hai… Lo orang Indonesia?”Sapa laki-laki itu.
“Ya. Ehm, Gue Mischa, Lo?”Tanya balik Mischa.
“Gue Fiandra. Alifiandra Wovreen. Lo dari kota mana? Gue dari Jakarta.”
“Gue Bandung. Hehe :D”
      Beberapa obrolan terselesaikan. Mereka bertukaran nomor hp dan nama facebook.
“Mmm…Gue duluan ya?”Kata Mischa mengakhiri pembicaraan.
“Ahh?? Iya. Gue juga ada urusan. Sampai ketemu lagi yaa??”Jawab Fiandra.
      Mereka saling bertukar senyuman manis sambil beranjak meninggalkan masing-masing.
      Mischa yang menuju ke apartmentnya masih tetap tersenyum sampai…
*tettttt
“Astaga!!!”Kata Mischa spontan yang mendengar klakson mobil dari arah sampingnya.
“What do you think, daughter?”Kata Bapak yang ada dalam mobil itu.
“Sorry sir, I’m so sorry!!”
      Mischa melanjutkan langkahnya menuju apartmentnya lagi dengan lebih hati-hati.
      Nampaknya, Mischa mempunyai perasaan pada lelaki yang baru saja dia kenal itu.
“Kok Gue kepikiran Fiandra mulu yaa??”Kata Mischa pada dirinya sendiri sambil tersenyum manis membayangkan wajah cool Fiandra.
      Sesampainya di depan pintu apartmentnya, Mischa berusaha membuka pintunya, namun tak bisa, tiba-tiba…
*duaarrgghhh
      Pintu itu terbuka dengan suara yang keras. Mischa pun kaget melihat itu. Dengan hati-hati, Mischa melangkahkan kaki ke dalam ruangan yang gelap itu, dan…
“Happy Birthday Almischara Reika!!”Sorak beberapa orang yang ternyata adalah teman-teman Mischa dari Indo yang menyempatkan ke LA untuk merayakan ultahnya.
“Laura? Momo? Cella?”Kata Mischa dengan ekspresi kaget.
“Ayo masuk!! Kami punya kejutan buat Lo!!”Kata Momo.
“Haa??”
“Pakai ini!!”Kata Cella sambil menutup mata Mischa dengan sehelai kain hitam.
      Beberapa saat kemudian, Cella membuka kain yang menutup mata Mischa. Dan…
“Aldo!! Ngapain Lo kesini?”Tanya Mischa pada mantan kekasihnya itu.
“Gue Cuma pengen ketemu Lo…”
“Gue gak butuh Lo!! Urus aja Mella!! Pergi dari sini!!”Usir Mischa pada Aldo.
“Apaa??”Aldo tertegun.
“Setelah Lo nyakitin hati Gue, apa lo gak malu ketemu Gue? Hah?”
“Gue minta maaf…”Kata Aldo pelan.
“Munafik!! Laura? Cella? Gue kecewa sama kalian!!”Kata Mischa marah.
“Scha!! Ini buat Lo!!”Jawab Aldo sambil memberikan sebuah kado bertuliskan “HBD My 6 August Lady”.
      Mischa pun mengambil hadiah itu dan langsung meninggalkan tempat itu.
“Mischa!! Lo mau kemana?? Balik Scha!! Jangan pergi!!”Teriak Aldo yang masih sangat menyayangi Mischa.
      Mischa pergi ke taman dekat dengan apartmentnya. Dan duduk di bangku dekat air mancur. Dia menangis melihat bingkisan kecil dari Aldo yang sebenarnya masih ia sayang.
“Maafin Gue, Aldo…”
      Seseorangpun datang menghampiri Mischa dengan memberikan sebuah sapu tangan berwarna merah tua yang tak lain adalah Fiandra.
“Lo kenapa nangis?”Tanya Fiandra.
“Fiandra? Lo ngapain kesini?”Kata Mischa sambil mengusap air matanya.
“Pakai ini, sayang sama air mata Lo…”Jawab Fiandra sambil tersenyum.
“Makasih…”Jawab Mischa sambil mengambil sapu tangan pemberian Fiandra.
“Lo kok nangis sih?”
“Nggak papa…”
“Happy Birthday…”Kata Fiandra sambil menyodorkan tangannya.
“Darimana lo…??”
“Dari bingkisan Lo… hehe”
“Oh… haha :D”
      Mereka pun berbincang-bincang. Terlihat wajah mereka merona-rona saking bahagianya.
“Lo bisa kok cerita sama Gue…”Kata Fiandra.
“Haa?? Oh, iyyaa… Tapi Lo juga yaaa??”
“Kalo boleh tau, Lo punya pacar??”
*DEGGGGG!!

Part4

      Hati Mischa langsung berdebar-debar ketika Fiandra menanyakan itu.
“Gu…gue?”Tanya Mischa.
“Iyaa…”
“Gak punya… Gue jomblo.”
“Sama dong, Gue juga.”Kata Fiandra dengan riang.
“Mmmm…”
      Semua berlangsung senyap. Mereka saling diam, namun sesekali saling menatap satu sama lain.
“Gue kesana bentar ya?”Kata Fiandra.
“Hmm…”Mischa mengangguk.
      Beberapa saat kemudian…
“Ini buat lo,”Kata Fiandra sambil memberikan segelas Chocolate Milkshake yang baru saja dibelinya.
“Makasih…”
“Apa lo gak mau cerita soal kenapa Lo nangis tadi?”
“M… Gue ketemu sama mantan Gue. Dia selingkuhin Gue. Dan kami putus.”Jawab Mischa singkat.
“Itu belum seberapa…”
“Emangnya masalah Lo kayak gimana??”
“Di Indonesia, Gue dibilang aneh, dibilang abnormal sama orang-orang. Orangtua Gue malu, sekolahin Gue di sini biar gak dihina lagi. Dan, mereka bilang, Gue gak boleh pulang kalo Gue belum berubah.Tapi…” Mata Fiandra berlinang air mata dan suaranya bergetar.
“Aneh? Kenapa Lo dibilang aneh?”
“Entahlah…”
“Dan sekarang, apa Lo pengen berubah biar bisa pulang dan ketemu orangtua Lo?”
“Gak, Gue lebih seneng disini…”
“Tapi kan…”
“Gue dari SMP dikucilkan… Dan itu yang buat Gue sakit hati…”
      Fiandra menyandarkan kepalanya di pundak Mischa.
“Lo yang sabar yaa??”Kata Mischa menenangkannya.
      Di lain sisi, Mischa cukup gembira karena menemukan teman curhat yang ideal untuknya.
“Apa Gue bener-bener aneh?”Tanya Fiandra.

Part 5
“Enggak, Lo normal kok. Sama kayak Gue.”
“Benarkah? Itu cukup menghibur…”Kata Fiandra sambil memandang Mischa.
Mischa tersenyum dan mengangguk.
“Udah hampir petang, Gue harus pulang.”Kata Mischa.
“Pulanglah… Apartment Lo dimana?”
“Di Losternike Apartment no.44, Lo?”
“Gue di Morlession Apartment no.12. Gue boleh berkunjung gak?”
“Boleh…”Kata Mischa sambil beranjak meninggalkan tempat itu.
      Berhari-hari kemudian, mereka semakin dekat. Fiandra pun sering menjemput Mischa untuk berangkat kuliah bersama. Keduanya mempunyai perasaan yang sama, Cinta. Namun, mereka belum saling mengungkapkannya.
            S           K           I           P
      Pagi itu, Mischa sedang menikmati Pizza di apartmentnya, tiba-tiba Fiandra datang.
“Mischa!! Ayo cepat!!”Kata Fiandra.
“Kemana? Duduklah dan makan sama Gue.”
“Gue gak lapar… Ayo!!”Fiandra menarik tangan Mischa dan mengajaknya ke sebuah tempat.
      Sesampainya di sana, betapa terkejutnya Mischa melihat sebuah hasil graffiti yang berupa wajahnya.
“A…apa itu Gue?”Tanya Mischa.
“Ya… Bagus gak?”
Mischa mengangguk.
“Berdiri di sana…”Kata Fiandra menyuruh Mischa untuk berdiri di samping graffiti tersebut.
      Mischa hanya menurut dan,
*ckreckk
“Hei! Gue belum siap!! Ulangi sekali lagi!”Pinta Mischa pada Fiandra untuk memotretnya sekali lagi.
*krekkkk
“Udah, lebih cantik yang di graffiti…”Kata Fiandra pelan.
“Benarkah?”
“Tenang, Lo seribu kali lebih cantik kok… hehe”
“Bisa aja!! Kesini! Kita harus punya foto berdua…”
      Mereka pun berfoto ria. Fiandra tampak bahagia. Sudah lama sekali Fiandra tidak merasakan hal seperti ini.
“Mischa? Mau gak Lo jadi pacar Gue?”Kata itu tiba-tiba terlontar dari bibir Fiandra.
Mischa kaget karenanya dan langsung diam. Pipinya merah merona dan hatinya berdetak cepat.
“Mischa? Aishiteru…”Kata Fiandra lagi.
“Maaf, Gue gak bisa dra… Maafin Gue…”Jawab Mischa.
“Mm… Iya. Gak papa. Gu…Gue pulang duluan ya… Gue ada urusan. Makasih.”
      Fiandra membalikkan badannya dan melangkah pergi dari tempat itu.

Part 6
Namun Mischa menarik tangannya dan berkata,
“Ayolah!! Gue gak bisa nolak… Gue juga sayang sama Lo dra…”
“Lo serius? Lo nerima Gue? Sekarang kita jadian?”Tanya Fiandra.
Mischa mengangguk.
“Tapi… Lo janji gak bakal ninggalin Gue dan nerima Gue apa adanya?”Tanya Fiandra lagi.
“Iya sayang…”
“Walau Lo tau sisi terburuk dari Gue?”
“Menurut Gue, Lo gak ada sisi buruknya… Amazing Totally…”
      Mereka pun berpelukan dan saling membisikkan kata-kata indah. Kemudian, mereka pergi jalan-jalan ke Bourdoun Restaurant. Di sana mereka memesan makanan khas dari berbagai Negara. Berbeda dengan Mischa yang memilih makanan Italia, Fiandra memilih makanan khas Indonesia. Ya, seporsi nasi goreng dan sate ayam pedas. Mereka makan-makan di sebuah meja putih dekat jendela restaurant.
“Makasih udah mau jadi pacar Gue…”Kata Fiandra mengawali pembicaraan.
“Sama-sama. Gue udah suka Lo sejak awal kita ketemu…”
“Benarkah?”
“Iya. Menurut Gue, sifat Lo itu lembut. Kayak cewek. Hehe”
“Apa Gue bersifat lembut kayak seorang cewek? Mungkin itu karena…”
      Kata-kata Fiandra terpotong. Mischa yang menantikan kalimat selanjutnya, menjadi sangat penasaran.
“Karena apa?”Tanya Mischa.

Part 7
“Karena… Karena Gue sayang sama Lo…”Jawab Fiandra.
“Terimakasih… Gue akan selalu sayang sama Lo, sampai kapanpun…”
      Setelah semua hidangan habis, Fiandra mengantar Mischa ke apartmentnya.
      Sesampainya di pintu apartment…
*cupppp
“Bye-Bye sayang…”Kata Fiandra yang sebelumnya mengecup kening Mischa.
“Iya. Hati-hati di jalan sayang…”Kata Mischa sambil mengusap kepala Fiandra yang tersenyum manis di depannya.
      Fiandra pun meninggalkan Mischa dan Mischa masuk ke ruangannya.
“Hmmm… Soooo good day for me. Thanks God!!”Gumam Mischa.
      Mischa pun meraih diary booknya dan menuliskan sesuatu di dalamnya,
“                                         Dua Puluh Delapan Agustus
Dear Diary,
Hari ini, hari jadian Gue sama Fiandra. Gue sayang banget sama dia, dan Gue akan selalu sayang dan jaga dia.
Gue suka sifatnya yang lemah lembut, terkadang, Gue ngerasa kayak bareng seorang cewek kalo lagi sama dia. Gak tau kenapa. Tapi apapun itu, Gue akan berusaha menerima dia apa adanya.
Terimakasih Tuhan, atas apa yang Engkau berikan pada hamba hari ini…”
      Mischa menaruh kembali Diary Booknya di tempat semula dan merebahkan diri ke tempat tidurnya. Namun, beberapa saat kemudian…
*ddrrt drrtt
      HPnya bergetar pertanda ada panggilan masuk. Benar saja, telpon dari Fiandra, kekasihnya.
“Halo, ada apa?”Tanya Mischa pada telepon seberang.
“Sorry, Do you know the owner of this phone? He got accident and He is getting hospitalize now at Elizabeth Hospital. Please Come here. Thank you.”
     
Part 8
Panggilan langsung terputus dan Mischa sangat shock dengan informasi tersebut. Hingga tak terasa, air matanya jatuh begitu saja.
Ia langsung bergegas menuju Elizabeth Hospital untuk memastikan info itu benar atau tidak.
      Namun, apa yang tidak diinginkannya akhirnya terjadi, Fiandra terkapar lemas dengan banyak luka gores di tubuhnya.
      Melihat itu, lagi-lagi Mischa menangisinya. Dia tidak tega melihat orang yang disayanginya terluka dan tak sadarkan diri. Mischa pun mengambil ponsel milik Fiandra dan berniat untuk menghubungi orangtua Fiandra. Namun sia-sia, tak ada nomor telepon atau apa saja yang berhubungan dengan orangtuanya. Nampaknya, benar kata Fiandra, dia tidak berniat untuk kembali ke Indonesia.
“What the hell!! Anak ini gila!!”Kata Mischa yang kesal tidak menemukan nomor telepon Ortunya Fiandra.
      Kemudian, Mischa memeriksa dompet Fiandra alih-alih mendapatkan sesuatu untuk dihubungi, namun dia hanya mendapatkan Kartu Pelajarnya dan betapa terkejutnya Mischa melihat sesuatu,
“ Name : Rizee Olivee
  Gender : Female

Part 9
“A…apa ini? Ini gak mungkin!! Fiandra gak mungkin cewek!! Gak mungkin!!”Kata Mischa yang kaget dengan kenyataan bahwa Fiandra adalah seorang wanita bernama Rizee Olivee.
      Beberapa saat kemudian, Fiandra pun sadar dan memanggil nama Mischa,
“Mischa…Mischa…”
“Gue di sini Fiandra…”Jawab Mischa dan berpura-pura seperti biasanya.
“Gue sayang Lo…”Rintih Fiandra pelan.
“Gu…Gue…ju…gaaaa…”Kata Mischa yang masih tidak bisa menerima kenyataan.
“Lo kenapa nangis? Apa Lo benar-benar mengkhawatirkan Gue?”
Mischa mengangguk pelan.
“Kalo Lo mau, Lo boleh pulang kok. Jangan khawatirkan Gue, Gue udah biasa sendirian…”
“Iya. Gue pulang duluan yaa… Jangan lupa minum obat biar Lo cepet sembuh… Bye-bye…”Ucap Mischa.
“Iya… Hati-hati di jalan sayang…”
      Setelah Mischa pergi, Fiandra merasakan bahwa ada yang berbeda dari diri Mischa. Sangat berbeda.
“Ada apa dengan Mischa? Kenapa dia sangat berbeda?”Tanya Fiandra.
      Beberapa hari kemudian, Fiandra sembuh dan kembali pulang ke apartmentnya. Mischa menemaninya di sana. Fiandra pun mencium kening Mischa.
“Fiandra, Gue boleh ngomong sesuatu?”Tanya Mischa pelan.
“Apa Scha?”
“Kenapa Lo harus bohong sama Gue?”Tanya Mischa lagi. Kali ini dengan air mata berlinang.
“Bohong?”

Part 1O
“Kenapa Rizee!! Gue udah sayang Lo banget! Gue udah terlanjur sayang ! Kenapa Lo gak bilang dari awal!!!”
      Mischa menangis setelah itu. Dia sangat kecewa dengan Fiandra yang tak lain adalah seorang wanita.
“Jadi Lo udah tau yang sebenarnya… Maafin Gue…”
“Gue… Gue gak bisa maafin Lo dra!! Lo keterlaluan!! Apa Lo Cuma mau mainin perasaan Gue? Apa Gue Cuma jadi becandaan Lo doang?”
“Scha!! Dengerin Gue!! Gue tahu Gue salah. Tapi, mana janji Lo? Mana omongan Lo pas Lo janji bakal selalu ada buat Gue bahkan kalo Lo tau sisi terburuk Gue?”
“Tapi… Lo gak bilang kalo Lo adalah seorang cewek dan seorang Lesbian dari awal!!”
“Kalo Gue ngasitau Lo, Gue gak bakal dapetin Lo!!”
“Arrrgghh!!”
“Jawab jujur, Lo sayang Gue kan!! Ayolah Scha!! Lo juga seorang Lesbian!! Kalo Lo normal, Lo pasti gak bakal nerima Gue dan ngebiarin Gue cium Lo!!”
“Lo hanya pelarian Gue aja!! Mulai sekarang, kita PUTUS!!!”
“Apa lo bilang??”
      Mischa pun pergi meninggalkan Fiandra dengan mata merah karena tak dapat menahan kesedihan hatinya.
      Beberapa hari kemudian…
     


Part 12
Fiandra yang hanya bisa menerima keputusan Mischa, terlihat sangat kacau. Dia pun menyadari kesalahannya. Namun, inilah dia. Dia adalah seorang Lesbian yang sangat mencintai Mischa.
      Di lain sisi, Mischa juga Nampak kacau. Dia sering tidak masuk kuliah dan sering menyendiri di taman tempatnya dulu sering bersama Fiandra.
      Suatu hari, ketika Fiandra duduk di bangku taman, Mischa datang dan memberikan setangkai bunga Rouserenni.
“Gue gak bisa lupain Lo…”Kata Mischa yang selanjutnya memeluk Fiandra.
“Apa sekarang Lo udah bisa nerima keabnormalan Gue?”Tanya Fiandra.
Mischa mengangguk.
“Gue sadar, Gue gak bisa ngontrol pada siapa Gue akan jatuh cinta. Dan ketika itu jatuh pada Lo, Gue awalnya berontak, tapi inilah Gue, Gue sama kayak Lo… Lesbian…” Kata Mischa sambil memeluk Fiandra.
      Mereka pun berpelukan dan balikan lagi. Mereka sadar, cinta mereka terlarang, namun, siapa yang bisa mengontrol dan menahan perasaan?

THE END.

Sabtu, 05 April 2014

Lirik Lagu Exo-K Mama

Pada tau EXO-K kan!?
Tau lagu mereka yang berjudul "MAMA"?
Bagi yang mau tahu dan mau ngehafalin, ini dia aku share :'D
Check this out!



Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. Who care about me?

Irheobeorin chae oemyeonhaneun geot gata chameul subakke eobseo
Nuneul gamjiman

Mama! Ijen naege daedaphaejwo wae saramdeuri dallajyeonneunji
Areumdaun sijeoriraneunge jonjaehagin haenneunji
Ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo baeryeohaneun mamdo irheotgo
Deungeul dollin chaero saragagi bappeungeol

Ingmyeongui gamyeone gamchwotdeon sarui gadeukhan jilsi
Kkeuteul bwado baegopeun deutan 
Ijen manjokhae?



* urin deo isang nuneul maju haji anheulkka?
Sotonghaji anheulkka? Saranghaji anheulkka?
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo mama. Mama

Eonjengabuteo urin seumateuhan gamoge jabaljeogeuro gatyeo
0gwa 1ro mandeun dijiteore nae ingyeogeul matgyeo
Geogin saengmyeongdo gamjeongdo ttadeutamdo eopgo eoneo sseuregiman
Nadwingguneun sangmakhan beolpan.



Nari galsurok oeroumman deohaejyeo
Uriga inganil su bakke eomneun geon sangcheo batneun geot. Yeah-

* urin deo isang nuneul maju haji anheulkka?
Sotonghaji anheulkka? Saranghaji anheulkka?
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo mama. Mama

Turnback!

Jukgo, jugigo ssaugo oechigo. Igeon jeonjaengi aniya.
Dowajwoyo mamamama mamamama Turn back.
Kkaedatge mamamama mamamama Rolling back.
Bakgo chigo pyeoneul nanugo ssaugo igeon geimdo aniya.
Dowajwoyo mamamama mamamama Turn back.
Yeah-

Careless, careless. (mama) Shoot anonymous, anonymous. (mama)
Heartless, mindless. (mama) No one. Who care about me? (mama)

Sarme heorakdoen chukbokbadeun naldeure gamsahago
Maeil saeroun inyeondeureul mandeulgo
Kkaejyeobeorin maeume boda, gippeun sarangeul modu hamkke
Useul su itdamyeon



* urin deo isang nuneul maju haji anheulkka?
Sotonghaji anheulkka? Saranghaji anheulkka?
Apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
Bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo mama. Mama.

Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. Who care about me?





Translation

Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me? 

It feels like I'm turning away as I have lost it
There's no choice but to hold it in
Though I shut my eyes

MAMA! Now answer me and tell me why people have changed
Has there even been a beautiful time before?
They forgot how to love and lost their heart to care
They're busy living with their backs turned on each other


The mask of anonymity hides the jealous eye filled with murderous intent
Though they see the end, they're still hungry
Now are you satisfied?

* Why won't we look each other in the eye anymore?
Why won't we communicate? Why won't we love?
We shed tears at the painful reality once again
Please say that we could change things if we wanted, mama mama 

At some point, we have voluntarily trapped ourselves in a smart prison
We base our personalities from a digital world made of 0s and 1s
There's no life, emotion or warmth but just garbage language A desolately rolling meadow
Loneliness adds as the days go by
We have to be humans because we get scars yeah

We meet, hold hands, feel, laugh and cry together
We resemble one another and we are connected
But if you want to turn it back

* Repeat

Turnback!

Die, kill, fight, shout - this is it a war
Help us mama mama mama mama mama turn back
Help us realize mama mama mama mama rolling back
Clash, hit, take sides, fight - this is not a game
Help us mama mama mama mama mama turn back
Yeah

Careless, careless. (mama) Shoot anonymous, anonymous. (mama)
Heartless, mindless. (mama) No one. Who care about me? (mama)

If only we can all be thankful for the blessed days that grant us life
If only we can make new relationships
Rather than broken hearts, having a joyful love altogether
If only we can all smile together

* Repeat

Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?