Assalamualaikum gaesssss~
Oke, kali ini aku mau cerita tentang pengalaman paling menyeramkan di hidupnya aku untuk sementara ini. [Semoga aja deh untuk yang terakhir kalinya]
Bisa dilihat dari judulnya, iya emang bener. Aku ditolak Univ. Udayana di Jalur SNMPTN 2k16.
.
.
.
Tanggal 9 Mei, 2k16 jam 13 teng teng teng.
Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan nunggu, akhirnya datang juga hari di mana aku dan seluruh pejuang SNMPTN tahun ini untuk melihat hasil seleksi jalur ini.
Aku sama teman-teman dari paginya emang itung mundur, jam demi jam, menit demi menit, dan detik demi detik, hingga akhirnya jam 13 teng teng.
Orang pertama yang ngecek hasilnya adalah temen kamarku [Karena aku mondok, oke?] yang bernama Iil. Dia lagi asyiknya buka facebook, ketika seorang kakaknya mengirim pesan dengan kata-kata, "Selamat yah dek, kamu lolos snmptn-nya."
Seketika itu juga, kamar yang berisikan kurang lebih 15 orang saat itu histeris semua. Langsung berlarian ke si Iil tadi demi memastikan kevalidan datanya.
Iil waktu itu nggak percaya, kemudian minta screencapturenya, dan setelah nerima, yah dia langsung nangis haruuuuuuu.. Ululululullllluuuuu, pasti bahagia banget tuh anak!
Oke, kembali ke keadaan kamar!
Setelah Iil, banyak yang nyoba ngecek hasil seleksinya masing-masing. Ada yang nangis haru gara-gara nemuin tanda biru dengan kata indah "Selamat", ada juga yang nangis kejer gara-gara ada tanda merah dengan kata se-horror "Anda dinyatakan tidak lulus seleksi snmptn 2k16".
Yah, nasib dan rezeki siapa yang tahu?
Dan, dengan banyaknya orang yang nangis karena berbagai alasan, aku tetep ngga minat banget buat buka hasil seleksinya. Sampe di luar kamar, anak-anak lain pada teriak ke salah seorang temanku yang namanya disamarkan aja yah.
A: EH, gimana sama Kak Ega? Diterima apa enggak?
B: [Ngangguk-ngangguk dengan yakin] Iya. Ega kan?
A: Iya!
B: IYA. EGA LOLOS!!! [Teriak]
Dan, mendengar itu, temen-temen yang di sekelilingku pada nyerbu, meluk-meluk, nyium, mukul-mukul, narik baju dan bilang, "Selamat gha! Selamat!!!"
Aku yang notabenenya ngambil lintas jurusan waktu itu [Aku anak IPA, tapi ngambil HI.] nggak percaya gitu aja dengan teriakan temenku itu, jadi aku bersikeras nanya lagi ke orang lain dan temenku itu cuma geleng-geleng kepala.
Yang aku denger malah, "Enggak. Kak Ega nggak lolos snmptn."
BANG BANG BANG!!!
Di saat itulah, seluruh tubuhku rasanya lemes semua, lunglai, dan nggak berdayaa. Semua orang langsung bilang,
"Sabar yah kak.. Masih ada sbmptn kok."
"Jangan sedih yah kak."
"Senyum dong kak!"
"Kan masih ada Span-ptkin dan PMDK-PN kak, selow aja lagi."
Dalam hati aku bilang, "Selow matamu iku wes!"
Orang ngga diterima disuruh selow-selow aja.
Rasanya pengen nangis, tapi airmata nggak keluar-keluar.
.
.
Satu jam berlalu, ternyata dari sekolahku yang diterima hanya 19 orang.
Semua berjalan kembali semula seperti sehari yang lalu pada jam yang sama.
Udah ngga ada yang nangis. Yang ada malah anak-anak pada gosip kayak biasanya di depan kamar sambil ketawa-ketiwi tanpa beban.
.
.
.
Dan, dari kegagalan SNMPTN ini, aku, Baiq Mega Yustika K.H yang ditolak Univ. Udayana jurusan Hubungan Internasional, bertekad untuk meraih apa itu arti dari bangkit dan menggapai kesuksesan.
Pejuang SBMPTN nggak boleh santai-santai aja, bukan?
.
.
.
.
.
Udahan yah, bye!
Assalamualaikum~
Sabar ya kak .. SBMPTN menunggumu kok kak
BalasHapusIya debby anak STIKI Malang :D
Hapuskak ucapkan terimakasih sama bali dan sekitarnya :D
BalasHapuskok bisa ngucapin terimakasih? Oh iya, terimakasih telah mengajarkan arti dari kegagalan..
Hapus